Penguatan Tata Kelola Anggaran Desa melalui Simulasi Musyawarah Partisipatif di Desa Beringin
DOI:
https://doi.org/10.65359/mandala_bakti.v2i3.161Keywords:
Anggaran Desa, Musyawarah Desa, Anggaran Partisipatif, Keadilan Sosial, Simulasi DeliberatifAbstract
Anggaran desa merupakan instrumen strategis untuk mewujudkan keadilan sosial, namun di Desa Beringin, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, pemahaman masyarakat mengenai anggaran partisipatif masih terbatas dan keterlibatan perempuan serta pemuda dalam Musyawarah Desa belum optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat serta aparatur desa dalam melaksanakan musyawarah berbasis anggaran yang inklusif, deliberatif, dan akuntabel. Menggunakan pendekatan participatory learning and action, kegiatan dilaksanakan pada 16 Mei 2025 melalui empat tahap: persiapan, edukasi, pemetaan dan simulasi Musyawarah Desa berbasis peran, serta refleksi-evaluasi, dengan melibatkan kepala desa, perangkat desa, BPD, tokoh masyarakat, perempuan, dan pemuda. Hasil menunjukkan peningkatan literasi anggaran peserta, ditandai kemampuan menyusun usulan program yang menjelaskan masalah, sasaran, manfaat, dan urgensi, serta meningkatnya keberanian perempuan dan pemuda menyampaikan aspirasi. Kegiatan mendorong pergeseran musyawarah dari administratif-seremonial menuju substantif-deliberatif, dan direkomendasikan direplikasi secara berkala menjelang penyusunan RKPDes dan APBDes.
Downloads
References
Boulding, C., & Wampler, B. (2010). Voice, votes, and resources: Evaluating the effect of participatory democracy on well-being. World Development, 38(1), 125–135. https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2009.05.002
Fox, J. A. (2015). Social accountability: What does the evidence really say? World Development, 72, 346–361. https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2015.03.011
Fung, A. (2006). Varieties of participation in complex governance. Public Administration Review, 66(S1), 66–75. https://doi.org/10.1111/j.1540-6210.2006.00667.x
Fung, A. (2015). Putting the public back into governance: The challenges of citizen participation and its future. Public Administration Review, 75(4), 513–522. https://doi.org/10.1111/puar.12361
Gonçalves, S. (2014). The effects of participatory budgeting on municipal expenditures and infant mortality in Brazil. World Development, 53, 94–110. https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2013.01.009
Jayasinghe, K., Adhikari, P., Carmel, S., & Sopanah, A. (2020). Multiple rationalities of participatory budgeting in indigenous communities: Evidence from Indonesia. Accounting, Auditing & Accountability Journal, 33(8), 2139–2166. https://doi.org/10.1108/AAAJ-05-2018-3486
Kadir, A., Zuada, L. H., & Idris. (2021). Village autonomy and participatory democracy in Indonesia: The problem of community participation in post-village autonomy in the Southeast Sulawesi Province. Public Policy and Administration, 20(4), 514–529. https://doi.org/10.13165/VPA-21-20-4-12
Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Desa. Jakarta: Kemendagri.
Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. (2018). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa. Jakarta: Kemendagri.
Lehtonen, P. (2022). Policy on the move: The enabling settings of participation in participatory budgeting. Policy Studies, 43(5), 1036–1054. https://doi.org/10.1080/01442872.2021.1895981
Manes-Rossi, F., Brusca, I., Orelli, R. L., Lorson, P. C., & Haustein, E. (2023). Features and drivers of citizen participation: Insights from participatory budgeting in three European cities. Public Management Review, 25(2), 201–223. https://doi.org/10.1080/14719037.2021.1963821
Mattei, G., Santolamazza, V., & Grandis, F. G. (2022). Design of the participatory budget: How to turn citizens into process protagonists. International Journal of Public Sector Management, 35(3), 294–316. https://doi.org/10.1108/IJPSM-02-2021-0045
Michels, A., & De Graaf, L. (2010). Examining citizen participation: Local participatory policymaking and democracy. Local Government Studies, 36(4), 477–491. https://doi.org/10.1080/03003930.2010.494101
Murray Svidroňová, M., Benzoni Baláž, M., Klimovský, D., & Kaščáková, A. (2024). Determinants of sustainability of participatory budgeting: Slovak perspective. Journal of Public Budgeting, Accounting & Financial Management, 36(1), 60–80. https://doi.org/10.1108/JPBAFM-04-2022-0082
O'Hagan, A., MacRae, C., Hill O'Connor, C., & Teedon, P. (2020). Participatory budgeting, community engagement and impact on public services in Scotland. Public Money & Management, 40(6), 446–456. https://doi.org/10.1080/09540962.2019.1678250
Pemerintah Republik Indonesia. (2014a). Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Desa. Jakarta: Sekretariat Negara.
Pemerintah Republik Indonesia. (2014b). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Lembaran Negara RI Tahun 2014 Nomor 7. Jakarta: Sekretariat Negara.
Schugurensky, D., & Mook, L. (2024). Participatory budgeting and local development: Impacts, challenges, and prospects. Local Development & Society, 5(3), 433–445. https://doi.org/10.1080/26883597.2024.2391664
Speer, J. (2012). Participatory governance reform: A good strategy for increasing government responsiveness and improving public services? World Development, 40(12), 2379–2398. https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2012.05.034
Taylor, C. R., Afshan, S., & Lawrence, K. L. (2025). Participatory budgeting for social equity: A comparative analysis. Public Administration, 103(4), 1004–1021. https://doi.org/10.1111/padm.13055
Touchton, M., & Wampler, B. (2014). Improving social well-being through new democratic institutions. Comparative Political Studies, 47(10), 1442–1469. https://doi.org/10.1177/0010414013512601
Vivier, E., & Sanchez-Betancourt, D. (2023). Participatory governance and the capacity to engage: A systems lens. Public Administration and Development, 43(3), 220–231. https://doi.org/10.1002/pad.2012
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Harsini, Fajarwaty Kusumawardhani, Sri Roserdevi Nasution

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright & License
Hak Cipta (Copyright)
Seluruh artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini berada di bawah hak cipta masing-masing penulis. Penulis mempertahankan hak cipta penuh atas karya mereka, dengan memberikan jurnal hak untuk pertama kali mempublikasikan artikel tersebut.
Dengan menerbitkan artikel dalam jurnal ini, penulis menyetujui bahwa karyanya akan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0), yang memungkinkan orang lain untuk:
- Berbagi – Menyalin dan mendistribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun.
- Menyesuaikan – Mengubah, menyusun ulang, dan membuat turunan dari materi untuk kepentingan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, setiap penggunaan harus memenuhi syarat sebagai berikut:
- Atribusi (BY) – Pengguna harus memberikan kredit yang sesuai kepada penulis asli, mencantumkan tautan ke lisensi, dan menyatakan apakah ada perubahan yang dibuat.
- Berbagi Serupa (SA) – Jika materi diubah atau disusun ulang, hasilnya harus dilisensikan dengan lisensi yang sama (CC BY-SA 4.0).
Ketentuan Lisensi
- Dengan mengirimkan artikel ke jurnal ini, penulis setuju bahwa artikel mereka akan dipublikasikan di bawah lisensi CC BY-SA 4.0.
- Penulis tetap memiliki hak untuk mendistribusikan versi yang telah diterbitkan (misalnya di repositori institusional atau situs web pribadi) dengan tetap mencantumkan publikasi awal di jurnal ini.
- Jurnal ini mengizinkan dan mendorong penulis untuk mengunggah artikel mereka ke repositori atau platform lain sebelum dan selama proses pengiriman artikel, untuk meningkatkan visibilitas dan dampak penelitian.


